Jumat, 25 April 2014

ACCOUNTING COMPETITION HIMA AKSI (ACHA) 2014

Accounting Competition Hima Aksi (ACHA) adalah sebuah kompetensi akuntansi yang diselenggarkan bagi pelajar tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Brebes dan sekitarnya, tentusaja penyelenggara dari kegiatan ini merupakan mahasiswa jurusan akuntansi yang tergabung dalam himpunan mahasiswa akuntansi (HIMA AKSI) STIE Islam Bumiayu. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari minggu, 30 Maret 2014 di kampus STIE Islam Bumiayu ini merupakan perayaan Dies Natalies STIE Islam Bumiayu yang ke-2 dengan mengambil tema “Peran Serta STIE Islam Bumiayu Dalam Membentuk Karakter Akuntan yang Cerdas, Cermat dan Kompeten”.
Sisi lain ACHA adalah sebagai sarana meningkatkan pengetahuan serta mengukur tingkat pemahaman pelajar mengenai disiplin ilmu akuntansi yang tidak hanya teoritis namun juga prakteknya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motor penyemangat siswa untuk mengasah kemampuannya dalam bidang akuntansi yang diiringi dengan suasana yang kompetitif.
Kegiatan ini mendapat sambutan yang cukup baik, dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mengikuti perlombaan ini yakni sejumlah 32 peserta dari 10 sekolah tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Brebes yang mengirimkan delegasinya. Kegiatan ini dilakukan dalam 1 (satu) hari yang terbagi dalam 3 babak:
Ø  Babak pertama      : Soal Pilihan Ganda
Ø  Babak kedua         : Siklus Akuntansi Manual
Ø  Babak ketiga         : LCC (Lomba Cerdas Cermat)


Rangkaian perlombaan berjalan dengan lancar, adapun hasil dari perlombaan babak pertama di pilih 20 peserta dengan nilai tertinggi merupakan peserta yang lolos menuju babak ke-2, dilanjutkan babak kedua menghasilkan peserta dengan rangking 5 besar dapat mengikuti final, kemudian babak terakhir/babak final merupakan penentuan Juara I, II, III.

Peserta yang beruntung memperoleh nilai tertinggi dan menjadi juara I adalah saudari Meilani Linggawati, siswa delegasi SMK Nurul Huda NU Paguyangan, disusul saudari Rositasari peraih juara II siswa delegasi SMK Ma'arif NU Paguyangan dan saudari Ummi Askiah siswa delegasi SMK AL-Hikmah 01 Benda Sirampog sebagai juara III. Kemeriahan dipenghujung acara begitu terasa yaitu pada saat penyerahan Rewards kepada para pemenang yang diserangkan langsung oleh Ketua STIE Islam Bumiayu Bapak Dr. Suliyanto, SE., M.M. serta Dewan Juri ACHA 2014 (Bapak Kurniawan, SE., M.Si dan Ibu Ade Dyah Haryani, SE., Ak.) acara ini selesai pada  pukul 16:30 wib.

Selasa, 01 April 2014

Diskusi Interaktif : Problematika Remaja

Selasa, 18 Maret 2014
Pemateri : Ghofar Taufik



Masa remaja adalah masa transisi, dimana pada masa – masa seperti ini sering terjadi ketidakstabilan baik itu emosi maupun kejiwaan. Pada masa transisi ini juga remaja sedang mencari jati diri sebagai seorang remaja. Dalam perkembangannnya biasanya remaja mengalami beberapa hal yang menyangkut mengenai pengelolaan diri sendiri, mengendalikan, memilih dan memilah ( masa pencarian jati diri) diantaranya, mengolah perasaan dan emosi, gaya hidup, trend dan idola.

  *      PERASAAN dan EMOSI
Emosi  adalah suatu perasaan yang meluap, bisa emosi positif dan emosi negatif. Perasaan ialah keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan senang atau tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subjektif . Perasaan juga bisa bergantung pada suatu keadaan tertentu, misalnya:
·         Keadaan jasmani individu .
·         Pembawaan ( keadaan dasar individu ).
·         Keadaan individu pada sesuatu waktu , atau keadaan yang temporer seseorang .
Ø  Remaja itu Amanah
Remaja merupakan penerus bangsa dan agama yang akan mengemban tanggungjawab untuk membawa bangsa dan agama ini menjadi bangsa dan agama yang aman, damai, adil, sejahtera, berakhlak mulia,dan hidup yang seimbang antara dunia dan akhiratnya, yang selalu berpedoman pada hadist dan berpegang teguh pada Al-Qur’an.
“Tidak akan tergelincir dua kaki anak Adam pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat perkara: tentang usianya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa ia habiskan, hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan, dan tentang ilmunya apa yang diperbuatkan dengan ilmunya tersebut”. (HR. Al-Bazzar dan Al-Thabrani).
Ø  Ancaman selalu Datang
Ancaman akan selalu datang menghampiri remaja, karena remaja merupakan sasaran yang empuk untuk dijadikan mangsa, karena sifat remaja yang masih labil sehingga remaja mudah untuk diprovokasi, dipengaruhi, diiming-imingi, dan dijerumuskan kedalam hal-hal yang negatif.

CONTOH-CONTOH PENGARUH EMOSI:
·         Memperkuat semangat
·         Melemahkan semangat
·         Terganggu penyesuaian sosial, apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati.
·         Suasana emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecilnya akan mempengaruhi sikapnya dikemudian hari, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.

*      Problematika  Gaya Hidup

·         Gila Hobby & Bermain
Gila hobby dan bermain bisa menjadi boomerang menjadi diri kita sendiri,contohnya apabila kita sudah kecanduan game, itu bisa menjadi penghambat kehidupan kita, karena tanpa terasa kita sudah duduk berjam-jam,bahkan berhari-hari membuang-buang waktu  didepan layar komputer atau gadget untuk barmain game sepuas hati kita tanpa meghiraukan kewajibannya.


Gelombag Trend & Idola

-Fakta Berbicara
            Biasanya kebanyakan orang zaman sekarang itu sangat memuja-muja dunia dan kesenangan duania yang bersifat mubah (sia-sia), contohnya orang rela mengantri berkilo-kilometer hanya sebuah tiket idola mereka dan menghambutr-hamburkan hartanya hanya demi sebuah tiket dan melihat idola. Tapi jarang sekali orang rela mengantri untuk mendapatkan tempat untuk pngajian, dan  mendengarkan ceramah sampai dengan selesai. Padahal tanpa tiket masuk dan tanpa syarat alias GRATIS !!!


-Mencoba-Coba
            Mencoba-coba merupakan hal yang sangat beresiko, karena dengan kita mencoba-coba suatu hal yang negatif itu pasti akan menimbulkan yang namanya kecanduan atau ketergantungan, contohnya orang yang  mengkonsumsi miras (minuman keras), apabila seseorang sudah mengkonsumsi miras sekali biasanya akan ingin minum lagi dan lagi, alasanya berbgai macam dari yang katanya penghilang stres, sebagai obyek pelarian dari masalah dan lain sebagainya, sehingga menjadi kebiasaan atau tradisi yang negatif.

-Sosial Media
            Media juga memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter masyarakat kita, terutama kalangan remaja yang masih ”plin plan” dalam kepribadian. Tayangan TV yang hedonis, individualis dan materialis telah sedemikian kuatnya masuk kedalam kepribadian remaja kita, sehingga sering kita temukan remaja kita yang mengikuti dari idola mereka yang mereka lihat di TV, baik itu melalui film sinteron, iklan ataupun tayang tv lainnya yang menurut mereka cocok dengan mereka. Ini tidak akan menjadi sebuah persoalan manakala yang menjadi idola mereka adalah orang – orang yang memang layak untuk dijadikan idola, tapi fkata di lapangan tidaklah demikian, karena biasanya yang dijadikan idola mereka adalah pada bentuk fisik, seperti cantik, ganteng, maco dan lain sebagainya, bukan kepada sikap dan kepribadiannya. Ini juga menjadi masalah serius remaja kita, artinya kalau kemudian tayangan tv yang negatif menjadi karakter para remaja kita, maka kita tinggal menunggu masa depan bangsa ini diambang kehancuran terutama pada sisi moralitasnya, dan ini berbahaya untuk keberlangsungan kemajuan bangsa Indonesia.

-Problematika Remaja Pergaulan dan Cinta
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Baseline Survei Lentera-Sahaja PKBI Yogyakarta memperlihatkan, perilaku seksual remaja mencakup kegiatan mulai dari berpegangan tangan, barpelukan, berciuman, necking, petting, hubungan seksual, sampai dengan hubungan seksual dengan banyak orang. Dari berbagai penelitian menunjukkan, perilaku seksual pada remaja ini mempunyai korelasi dengan sikap remaja terhadap seksualitas. Penelitian Sahabat Remaja tentang perilaku seksual di empat kota menunjukkan, 3,6 persen remaja di Kota Medan; 8,5 persen remaja di Kota Yogyakarta, 3,4 persen remaja di Kota Surabaya, serta 31,1 persen remaja di Kota Kupang telah terlibat hubungan seks secara aktif. Penelitian yang pernah dilakukan Pusat Penelitian Kependudukan UGM menemukan, 33,5 responden laki-laki di Kota Bali pernah berhubungan seks, sedangkan di desa Bali sebanyak 123,6 persen laki-laki. Di Yogyakarta kota sebanyak 15,5 persen sedangkan di desa sebanyak 0,5 persen.

*      Lalu Bagaimana Remaja Muslim Ideal ?
Remaja yang ideal adalah remaja yang mampu hidup seimabang antara kehidupan dunia dan perolehan bekal untuk akhiratnya, yang senantiasa menghembuskan do’a dalam setiap sujudnya, menyanyikan ayat-ayat sucinya ( membaca Al-Qur’an), yang terbiasa bersimpuh memohon ampun dan ridhonya diwaktu sepertiga mlaam, yang selalu menjaga hatinya dari rasa iri dan dengki, memanfaatkan semasa hidupnya dengan amalan-amalan yang  soleh dan yang selalu membentengi dirinya dengan iman dan taqwa. Seperti yang telah diriwayat kan oleh HR. Bukhori dan HR.Al-Baihaqi berikut:
Golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:  ... Pemuda yang menyibukkan diri dengan ibadah kepada Rabbnya”.
(HR Bukhori)
            "Manfaatkanlah yang lima sebelum datang yang lima; masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa hidupmu sebelum datang masa matimu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu."
[HR Al-Baihaqi]


Mari kita sama-sama berbenah diri menuju kebaikan dan kabahagiaan dunia dan akhirat.


Sekian Dan Terimakasih
Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua...


Senin, 17 Maret 2014

Diskusi Interaktif : Perkembangan Akuntansi




          Paguyangan, 13 Maret 2014. Himpunan mahasiswa akuntansi (Hima Aksi) untuk kedua kalinya mengadakan diskusi rutin di Kampus STIE Islam Bumiayu, pada 11 maret 2014. Diskusi yang dhadiri sekitar 20 mahasiswa tersebut membahas mengenai “Perkembangan Akuntansi” dengan pemateri dari salah satu dosen STIE Islam Bumiayu Bapak Aris Kurniawan, SE., Ak.
Beliau mengungkapkan bahwa dari sejumlah literatur yang ada, kebanyakan beranggapan mengenai pencetus awal adanya akuntansi adalah Lucas Paciolo. Sesungguhnya  sejak berdirinya Daulah Khilafah Islamiyah (pemerintahan Rosululloh SAW: Abad 6) praktek akuntansi telah diberlakukan dalam pengelolaan baitul mal, kemudian pada Abad ke-13 penulis mesir yang dikenal dengan nama Al-Mazindarani membuat karya tulis berbentuk manuskrip berjudul “risalah halakiyah kitab as-siyaqat” berisi penjelasan penggunaan akuntansi dan pengembangan pada Negara, berlanjut hingga pertengahan Abad ke-14 para pedagang di Genoa yang mulai membudayakan pencatatan harta dan hasil perdagangannya, barulah kemudian pada Era industri abad ke-19 Lucas Paciolo muncul dengan buku karangannya berjudul Summa de Arithmetica yang berisi tentang pelajaran pembukuan berpasangan (double entry system) dan kini berkembang dengan sistem yang menyebut asal negaranya, missal sistem Belanda, sistem Inggris, dan sistem Amerika Serikat.


Bagaimana dengan perkembangan akuntansi di Indonesia? Praktik akuntansi di Indonesia dapat ditelusur pada era penjajahan Belanda tahun 1747an, yaitu praktik pembukuan yang dilaksanakan Amphioen Society (berkedudukan) di Jakarta. Pada era ini, Belanda mengenalkan sistem pembukuan berpasangan sebagaimana yang dikembangkan oleh Luca Pacioli. Kemudian, setelah tahun 1960 sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo-Saxon). Seiring berkembangnya kegiatan ekonomi Indonesia, menyebabkan permintaan akan tenaga akuntan dan juru buku yang terlatih, sehingga fungsi auditing mulai dikenalkan di Indonesia tahun 1907. Perlu anda ketahui, internal auditor yang pertama kali datang di Indonesia adalah J.W Labrijn tahun 1896 dan orang pertama yang melaksanakan pekerjaan audit adalah Van Schagen tahun 1907. Pada era penjajahan Belanda terdapat beberapa kantor akuntan publik di Indonesia antara lain Kantor Akuntan H.Y. Voerens (Tahun 1920) serta Jawatan Akuntan Pajak-Belasting Accountant Dienst, oramg Indonesia pertama yang bekerja di bidang akuntansi adalah JD Massie yang diangkat sebagai pemegang buku pada kantor tersebut pada tanggal 21 September 1929.
Hingga pada saat mundurnya belanda dari Indonesia (1942-1945), dan hanya ada satu orang akuntan yang berbangsa Indonesia yakni Prof. Dr. Abutari (1947) serta nasionalisasi atas perusahaan milik belanda (1958) yang menyebabkan kelangkaan akuntan dan tenaga ahli, sejak saat itulah muncul kesempatan bagi tenaga akuntan Indonesia yang menjadi pendorong perkembangan intstitusi untuk  menyelenggarakan pendidikan akuntansi pada masa itu. Diantaranya universitas Indonesia membuka jurusan akuntansi(1952), Sekolah Tinggi Akuntansi Negara membuka Institute Ilmu Keuangan (1990), Universitas Padjajaran (1961), Universitas Sumatera Utara (1962), Universitas Airlangga (1962), Universitas Gadjah Mada (1964). Munculnya pendidikan akuntansi tersebut mendorong pergantian praktik akuntansi model belanda dengan model amerika.
Perkembangan akuntansi di Indonesia terus melaju hingga terjadinya skandal dalam hal pelaporan keuangan sebelum perbaikan pasar modal dan pengenalan reformasi akuntansi (1980) diantaranya dalam praktik banyak ditemui perusahaan yang memiliki tiga jenis pembukuan, juga terdapat skandal pelaporan keuangan yang mempengaruhi kepercayaan investor, diantaranya kasus Bank Duta (go public tahun 1990) yang gagal mengungkapkan kerugiannya karena auditornya tidak memberikan seluruh informasi kepada Bapepam bahkan mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian. Kemudian, kasus serupa terjadi pada Plaza Indonesia realty (1992) dan Barito Pacific Timber (1993). Skandal pelaporan keuangan tersebut mendorong profesi akuntan untuk memperbaiki kualitas pelaporan keuangan, tidak hanya itu pemerintah dan badan berwenangpun turut mengambil peran dengan mengeluarkan kebijakan regulasi yang ketat berkaitan dengan pelaporan keuangan, diantaranya pada September 1994 pemerintah melalui IAI mengadopsi seperangkat standar akuntansi keuangan yang dikenal dengan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK).
Melihat kondisi profesi akuntansi dan peranannya di Indonesia sampai saat ini, maka profesi akuntan memiliki beberapa keunggulan diantaranya kemudahan dalam memasuki dan meraih peluang kerja, kesempatan untuk meningkatkan kualitas profesi melalui jenjang pendidikan S2 dan S3, keleluasan dalam menentukan pilihan profesi. Kemudian, dampak yang akan timbulkan dari konsekuensi perkembangan akuntansi meliputi munculnya kebutuhan dalam upaya memperluas peranan akuntan, kebutuhan tenaga spesialisasi dalam profesi, kebutuhan terhadap standar teknis yang makin tinggi dan rumit. “Hal ini merupakan peluang emas bagi mahasiswa akuntansi  untuk mempersiapkan diri sedini mungkin, tetap semangat dan bangga untuk terus belajar sebagai Mahasiswa Akuntansi” pesan beliau di akhir diskusi. 
Untuk lebih lengkapnya mengenai materi diskusi dapat diunduh pada link berikut.